Strongger

Strongger
Strong women

Sabtu, 07 September 2019

Puisi romantis

Assalamualaikum sahabat sastra, selamat  datang di blog saya.
Nah, disina saya akan membagikan beberapa puisi yang cocok buat nembak dia yang tak pernah peka, buat kode ke dia yang cuek juga curahan rindu anda pada dia yang jauh disana.

Banyak puisi diluaran sana yang keren dan populer, namun disini saya akan membagikan beberapa puisi karya sastrawan indonesia  dan juga puisi ciptaan saya sendiri tentunya.


Langsung saja ini dia beberapa puisinya.


1. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Karya: Saparjo Joko D.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat diucapkan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada


2. Aku adalah aku kau mu

Karya: Gus mus

Cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
Cinta romeo kepada juliet simajnun qais kepada laila belum apa-apa
Temu pisah kita lebih bermakna
Di bandingkan temu pisah yusuf dan zulaikha
Rindu dendam kita melebihi
Rindu dendam adan dan hawa
Aku adalah ombak samuderamu
Yang lari datang bagimu
Hujan berkilat dan berguruh mendungmu
Aku adalah wangi bungamu
Luka berdarah-darah durim
Semilir bagai badai anginmu
Aku adalah kicau burungmu
Kabut puncak gunungmu
Tuah tenungmu
Aku adalah titik-titik hurufmu
Kata-kata maknamu
Aku adalah sinar silau panasmu
Dan bayang-bayang hangat mentarimu
Bumi pasrah langitmu
Aku adalah jasad ruhmu
Fayakn kun-mu
Aku adalah aku kau-mu


3. Dengan puisi

Karya: Siti Syarifah

Inilah aku
Yang mencintaimu dengan puisi
Menghabiskan lautan tinta hanya untuk mengukir satu nama
Menciptakan jutaan kalimat yang bermakna sebuar rasa
Biarkan aku mengenalmu dalam puisi
Dalam bait rindu seorang penyair
Dalam kidung doa sang pedzikir
Yang memintamu pada sang pencipta tak berakhir



4. Apalah daya?

Karya: sathiya

Jejak langkah usang menapaki bumi
Meninggalkan sebercik melodi 
Suara para penyanyi jalan hadir menemani
Menelisik hati yang tak lelah menanti
Alunan nyaring bambu rindu menggetarkan
Terlukislah pada pasir di hamparan
Tergulung ombak di samudera lautan

Apalah daya?
Daku hanyalah daun kering tak berarti
Dari sang gugur yang sudah terganti
Apalah daya? 
Daku hanyalah sebulir es yang mencair
Dari sang salju yang tak lagi ingin mampir
Terlukislah kita dahulu
Bak kuntum baru bermekar
Namun kini kuncup telah terbakar
Meninggalkan angan yang tak terhantar




Nah, mungkin itu beberapa puisi yang bisa saya tulis semoga bermanfaat untuk anda sekalian. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Sampai jumpa di blog berikutnya.
Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar